Tips Wawancara untuk Pemula

Berikut ini ada beberapa tips wawancara untuk pemula, sederhana dan dapat dilakukan oleh siapa saja. Silakan simak tips berikut ini :

  1. Bacalah do’a sebelum pergi wawancara. Shalatlah untuk yang beragama Islam. Shalat sunat malam  tolong diutamakan juga, setelah shalat wajib, kenapa? Karena berdo’a menenangkan jiwa, biar engga gugupan dan tenang saat wawancara. Lalu jangan lupa minta restu orang tua. Cium tangan kedua orang tua, minta restu ibu, dan minta maaf kalau banyak salah. Minta do’akan juga sama orang tua. Ini serius lho. Kalau soal berdoa dan minta restu orangtua saya engga main-main.
  2. Perhatikan potongan rambut dan cara berpakaian. Ini berlaku untuk melamar pada jenis perusahaan yang Anda lamar. Kalau melamar jadi pegawai salon potong rambut, ya silahkan saja bergaya potongan rambut aneh atau model ala Harajuku. Mau bercelana paku-paku juga boleh saja kalau melamar ke toko besi, eh ke perusahaan yang bertema rock and roll. Tapi TIDAK BERAMBUT ANEH DAN BERBAJU ANEH kalau melamar ke perusahaan yang serius dan mengutamakan citra perusahaan yang serius.  Berambut model poni lempar tidak disarankan pada kaum cowok, nanti anda melempar-melempar poni atau mengibas rambut saat wawancara, itu akan mengganggu pemandangan. Lalu rambut yang diwarnai melebihi kapasitas normal warna yang umum juga kurang disarankan, misalnya warna hijau burung betet.
  3. Jangan meletakkan kaca mata di atas kepala saat wawancara, pakailah di depan kedua mata Anda, jangan diubun-ubun. Jangan ketawa, soalnya ini benar-benar terjadi.  Jangan mengecat kuku dengan warna merah darah atau warna hitam, atau warna warni merah jingga kuning hijau biru nila dan ungu  di kesepuluh kuku Anda. Jangan pakai asesoris berlebihan, jangan berpakaian terlalu seksi. Serius, ini pernah terjadi di kehidupan nyata, bukan dalam mimpi saya.
  4. Jangan gugup. Ingatlah Anda bukan menghadapi pisau Guillotine. Yang mewawancara juga makan nasi sama seperti Anda, ya kalau bule yang mewawancara lain lagi sih makanannya, tapi anggaplah semua orang sama-sama makan nasi. Jadi bersikaplah biasa.
  5. Jangan terlalu cerewet saking pedenya, misalnya ditanya A, menjawab B sampai dengan Z. Terlalu singkat seperti ya dan tidak doang juga jangan. Kreatiflah dalam menjawab, tapi jangan nyerocos.

Semoga berhasil!
Follow me on twitter : @tipswawancara

This entry was posted in Tips. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>